IHSG Menguat, Sementara Bursa Asia Mayoritas Melemah

[original_title]

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan penguatan pada Kamis sore, meskipun mayoritas bursa saham di Asia mengalami pelemahan. IHSG ditutup di level 9.075,41, menguat 42,83 poin atau 0,47 persen. Sementara itu, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga naik 7,34 poin atau 0,83 persen.

Mengacu pada laporan Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia, kondisi ini terjadi di tengah kekhawatiran pasar yang bereaksi terhadap penurunan harga saham-sektor teknologi dan penurunan signifikan harga minyak. Dari data domestik, utang luar negeri Indonesia mengalami kenaikan 0,2 persen year on year (yoy) di November 2025, lebih lambat dibandingkan kenaikan bulan sebelumnya yang mencapai 0,5 persen yoy.

Pelaku pasar kini menunggu Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dijadwalkan pada 20-21 Januari 2026, di mana diperkirakan bank sentral akan mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen, seiring dengan lemahnya kurs Rupiah. Selain itu, pasar juga mencermati data pertumbuhan kredit yang diproyeksikan melambat menjadi 7,6 persen yoy.

Dari sektor-sektor di bursa, ada empat sektor yang menguat, dengan sektor barang keuangan menjadi yang teratas, naik 1,20 persen. Sebaliknya, sektor industri mengalami penurunan paling dalam sebesar 2,17 persen. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 3.373.659 transaksi, dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 50,63 miliar lembar senilai Rp28,25 triliun. Di bursa Asia, indeks diperdagangkan bervariasi, dengan indeks Nikkei dan Shanghai mengalami pelemahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *