Khofifah Ajak Penerapan “Creative Financing” Tanpa Bebani Masyarakat

[original_title]

custompaperswriting.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mendorong penerapan creative financing tanpa menambah beban masyarakat. Hal ini disampaikan dalam forum “Jatim Retreat 2026” yang berlangsung di Surabaya. Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menekankan pentingnya sinergi antara berbagai elemen birokrasi, BUMD, dan layanan publik untuk menghadapi tantangan fiskal yang semakin kompleks.

Gubernur menjelaskan bahwa Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD mempertegas perlunya penguatan tata kelola dan optimalisasi sumber pendanaan kreatif. Ia menegaskan tema Creative Financing & Value For Money relevan, karena strategi ini tidak hanya berfungsi sebagai alternatif pembiayaan, tetapi juga mengedepankan transparansi dan kepatuhan regulasi.

Khofifah menguraikan tiga langkah utama dalam mengembangkan creative financing. Pertama, pencarian sumber pendapatan baru tanpa membebani masyarakat. Kedua, pergeseran pola pikir dari eksklusif menjadi inklusif. Ketiga, transisi dari fokus pada pendapatan menjadi keuntungan.

Pemprov Jatim juga berpotensi memanfaatkan aset daerah untuk menarik investasi, termasuk melalui kerja sama operasional (KSO) dengan pihak swasta. Dalam konteks ini, sektor perikanan diharapkan memberikan kontribusi signifikan, khususnya dalam pengembangan budidaya ikan.

Di dalam forum tersebut, Prof. Mohammad Nuh, Guru Besar dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), turut memberikan pandangannya. Ia menegaskan pentingnya keseimbangan antara kepemimpinan dan kualitas pengikut, serta menekankan perlunya orientasi baru dalam pengelolaan BUMD untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah. Khofifah menutup dengan menegaskan bahwa tugas utama birokrasi adalah memberikan layanan terbaik tanpa menambah beban masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *