custompaperswriting.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menjajaki berbagai inovasi produk dalam pertemuannya dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia). Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menyatakan bahwa salah satu fokus diskusi adalah pembentukan indeks Danantara serta perluasan produk Exchange Trade Fund (ETF) ke pasar internasional.
Dalam penjelasannya di Gedung BEI, Jakarta, pada Senin, Iman mengungkapkan, “Kita tawarkan beberapa produk ke Danantara, termasuk indeks dan ETF.” Penawaran ETF ini direncanakan dilisting di bursa di kawasan Asia Tenggara serta Asia, dengan underlying berasal dari saham-saham yang terdaftar di BEI.
Proses pengembangan indeks Danantara saat ini masih dalam tahap kajian. Iman menekankan bahwa diskusi tersebut masih bersifat awal dan belum mencapai detail, dengan penawaran menggunakan nama Danantara. Sebelumnya, BEI sendiri telah memiliki IDXBUMN20, yang berfungsi untuk mengukur kinerja 20 saham dari perusahaan BUMN terpilih.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, melalui akun Instagramnya juga mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan BEI bertujuan untuk mendorong inovasi dalam pasar modal. Roeslani menegaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan tolok ukur investasi yang transparan serta aksesibilitas bagi investor, sehingga produk pasar modal Indonesia dapat lebih relevan dengan tren global saat ini.
Kolaborasi antara BEI dan Danantara diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan pasar modal Indonesia, menghadirkan pilihan investasi yang lebih beragam bagi masyarakat, serta meningkatkan daya saing di pasar internasional.