CSIS Peringatkan Potensi “Bubble” di Balik Optimisme IHSG 10.000

[original_title]

custompaperswriting.com – Peneliti senior Departemen Ekonomi Center for Strategic and International Studies (CSIS), Deni Friawan, mengingatkan tentang risiko gelembung harga atau bubble di balik penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Peringatan ini disampaikan menyusul optimisme Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, yang memperkirakan IHSG bisa mencapai level 10.000 pada tahun 2026.

Dalam acara Media Briefing Outlook 2026 yang berlangsung di Jakarta, Deni menjelaskan bahwa saat ini penguatan IHSG tidak ditopang oleh saham-saham dengan fundamental kuat, seperti bank-bank besar atau perusahaan konsumsi terkemuka. Sebaliknya, kenaikan indeks banyak didorong oleh perusahaan baru yang memiliki valuasi sangat tinggi, bahkan hingga 500 kali lipat dari Price to Earning Ratio (PER).

Menurut Deni, situasi ini menciptakan kenaikan harga saham yang tidak selaras dengan kinerja emiten, yang lebih menyerupai pembentukan bubble dibandingkan penguatan ekonomi sejati. Dia memperingatkan bahwa potensi terjadinya siklus boom and bust bisa menyebabkan koreksi tajam di pasar keuangan ketika ekspektasi pasar tidak sejalan dengan kenyataan.

Deni juga menyoroti bahwa pergerakan IHSG yang tidak sejalan dengan nilai tukar rupiah menunjukkan bahwa kenaikan indeks lebih banyak didorong oleh aktivitas domestik, bukan aliran modal asing. Ia berpendapat bahwa penting untuk mengawasi struktur pasar dan kualitas penguatan indeks agar stabilitas pasar keuangan dapat terjaga.

Pernyataan ini disampaikan di tengah keyakinan Menteri Keuangan yang menyatakan bahwa IHSG seharusnya sudah berada di level yang lebih tinggi berdasarkan kondisi fundamental saat ini. Purbaya optimis bahwa dengan kebijakan yang lebih baik, IHSG akan naik lebih cepat ke depannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *