custompaperswriting.com – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan pentingnya menjaga produktivitas pekerja meskipun kebijakan bekerja dari rumah (WFH) diterapkan sekali dalam sepekan. Dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Yassierli menyatakan harapannya agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dan sektor industri terus maju dengan adanya kebijakan tersebut.
Pemerintah telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/III/2026 mengenai WFH dan Program Optimasi Pemanfaatan Energi di Tempat Kerja. Langkah ini diambil untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong pola kerja yang lebih produktif serta berkelanjutan. Menurut Yassierli, edaran ini diharapkan tidak mengganggu kinerja industri dan ekonomi secara keseluruhan.
Dalam pelaksanaannya, WFH tidak berlaku untuk semua sektor. Beberapa sektor penting, seperti kesehatan, energi, infrastruktur, layanan masyarakat, dan produksi, diperbolehkan menjalankan aktivitas secara langsung. Yassierli menjelaskan bahwa sektor-sektor ini krusial dalam memberikan layanan kepada masyarakat dan memerlukan kehadiran fisik pekerja.
Kebijakan tersebut bersifat imbauan bagi perusahaan swasta. Setiap perusahaan diberi kebebasan untuk menyesuaikan penerapan WFH berdasarkan karakteristik bisnis dan kebutuhan operasional masing-masing. Hal ini bertujuan agar produktivitas kerja karyawan tetap terjaga selama masa adaptasi kerja baru.
Dengan demikian, diharapkan semua pihak dapat beradaptasi dengan kebijakan ini demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Keterlibatan sektor industri dan perusahaan dalam menyikapi perubahan ini menjadi kunci untuk mencapai tujuan bersama.