custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore mengalami penguatan sebanyak 28,38 poin atau 0,39 persen, mencapai posisi 7.307,59. Keadaan tersebut terjadi di tengah kekhawatiran terkait pelanggaran kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS) serta Israel, yang mempengaruhi kestabilan pasar global.
Sementara itu, indeks LQ45, yang mencatat 45 saham unggulan, juga naik meski hanya sebesar 0,04 persen ke level 733,90. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengungkapkan bahwa pasar Asia sebagian besar mengalami pelemahan, terpengaruh oleh kenaikan harga minyak yang tipis di tengah ketidakpastian mengenai situasi di Timur Tengah.
Dalam perkembangan terbaru, seorang pejabat senior Iran menyatakan bahwa beberapa elemen dalam proposal gencatan senjata telah dilanggar menyusul serangan Israel ke Lebanon. Meskipun demikian, Iran tetap mengontrol Selat Hormuz, yang menjadi jalur vital bagi pengiriman minyak.
Dari dalam negeri, Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini meresmikan pabrik mobil listrik, menunjukkan komitmennya pada hilirisasi industri. Dia juga meyakinkan bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional aman untuk satu tahun ke depan, yang dapat mengurangi kekhawatiran terkait dampak eskalasi konflik.
Selama sesi perdagangan, IHSG sempat berada di zona negatif sebelum akhirnya kembali ke zona hijau. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sektor energi mengalami penguatan tertinggi yaitu 2,03 persen, diikuti oleh sektor barang konsumsi non-primer. Di sisi lain, tujuh sektor lainnya kehilangan nilai, dengan sektor industri terkoreksi paling dalam sebesar 1,36 persen.
Transaksi saham tercatat sebanyak 2.242.170 kali, dengan nilai perdagangan mencapai Rp16,97 triliun, menunjukkan dinamika yang masih tinggi meskipun banyak saham mengalami fluktuasi.