custompaperswriting.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau, melaporkan bahwa total investasi di Batam hingga September 2025 mencapai Rp54,7 triliun, merepresentasikan 91 persen dari target tahunan sebesar Rp60 triliun. Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menjelaskan bahwa angka ini diperoleh melalui data kombinasi laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) dan data impor barang modal penanaman modal asing (PMA) dari KPU Bea Cukai Batam. Metode tersebut memberikan gambaran yang lebih akurat tentang pergerakan investasi di daerah tersebut.
Hingga triwulan III 2025, realisasi investasi di Kota Batam menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, meningkat 123,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu mencapai Rp15,48 triliun. Amsakar Achmad, Kepala BP Batam, optimis mengenai pencapaian ini dan beranggapan bahwa kepercayaan investor terhadap kepastian berusaha di Batam semakin kuat.
Li Claudia Chandra, Wakil Kepala BP Batam, menambahkan bahwa peningkatan signifikan pada penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencerminkan semakin kuatnya kapasitas domestik. Ia menegaskan bahwa keseimbangan antara PMDN dan PMA penting untuk membangun ekosistem industri yang terintegrasi, yang pada akhirnya dapat memperkuat kapasitas produksi dan akses pasar global.
Transformasi dalam struktur investasi Batam menunjukkan pergeseran menuju sektor-sektor produktif seperti jasa lainnya (21 persen), industri mesin dan elektronik (13,6 persen), serta listrik, gas, dan air (15 persen). Amsakar menyatakan bahwa Batam sedang memasuki fase peningkatan kapasitas industri yang membuatnya lebih menarik bagi investor baru serta memperluas basis industri yang sudah ada. Hal ini menandakan pertumbuhan dan daya saing ekonomi Batam yang semakin berkembang.