custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis menunjukkan penguatan, mengikuti tren positif bursa di kawasan Asia dan global berkat optimisme terkait kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. IHSG dibuka dengan kenaikan 68,32 poin atau 0,96 persen, mencapai 7.160,79, sementara Indeks LQ45, yang memuat 45 saham unggulan, melesat 7,55 poin atau 1,11 persen ke posisi 690,31.
Menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, potensi penguatan IHSG dapat berlanjut dengan target pengujian level 7.150 hingga 7.200. Sentimen positif ini berasal dari berita bahwa AS dan Iran hampir sepakat untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lama, seiring dengan evaluasi Iran terhadap proposal kesepakatan yang diajukan oleh AS. Kesepakatan ini dilaporkan mencakup moratorium terhadap pengayaan nuklir.
Meski terdapat optimisme, Presiden AS, Donald Trump, menekankan bahwa kesepakatan belum sepenuhnya pasti dan menyatakan bahwa anggapan Iran akan setuju merupakan sebuah asumsi besar. Dari sisi data ekonomi, laporan ADP Employment menunjukkan sektor swasta di AS menambah 109.000 lapangan kerja pada April 2026, yang merupakan angka tertinggi sejak Januari 2025 dan lebih baik dari perkiraan 99.000. Data ini mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja yang menunjukkan perusahaan cenderung menghindari PHK, meskipun mereka mengurangi perekrutan di tengah lambatnya pertumbuhan angkatan kerja akibat penurunan imigrasi.
Penguatan IHSG di tengah kondisi global ini dapat menjadi indikasi positif, meskipun masih ada tantangan yang perlu dihadapi.