custompaperswriting.com – Penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen menjadi kabar gembira bagi petani Indonesia. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, memberikan apresiasi kepada Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang telah mengumumkan keputusan tersebut di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu.
Muzani menilai kebijakan ini sangat signifikan bagi para petani, yang selama ini mengandalkan pupuk sebagai kebutuhan pokok dalam bertani. “Ketika harganya turun, beban mereka berkurang dan semangat untuk menanam meningkat,” ujarnya. Keputusan ini, menurutnya, menunjukkan bahwa pemerintah mendengarkan suara rakyat dan berusaha menjawab persoalan yang dihadapi oleh petani, terutama dalam mendukung swasembada pangan.
Keputusan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) ini tertera dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/KPTS/SR.310/M/10/2025. HET pupuk Urea yang awalnya Rp2.250 per kilogram kini menjadi Rp1.800, sedangkan pupuk NPK dari Rp2.300 menjadi Rp1.840. Bahkan, HET pupuk organik juga mengalami penurunan dari Rp800 menjadi Rp640 per kilogram.
Menteri Amran menyatakan bahwa langkah ini diambil setelah menerima arahan langsung dari Presiden Prabowo untuk memastikan ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau. Dia menegaskan pentingnya pemerintah untuk hadir di tengah para petani serta menindaklanjuti pengurangan harga tersebut dengan langkah konkret, termasuk perbaikan distribusi.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia, sekaligus menciptakan iklim positif bagi para petani, yang selama ini menanggung beban tinggi akibat harga pupuk yang mahal.