custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup melemah setelah adanya aksi profit taking oleh pelaku pasar. IHSG mengalami penurunan sebesar 160,68 poin atau 1,95 persen, berakhir di level 8.066,52. Sementara itu, indeks LQ45, yang mencakup 45 saham unggulan, juga mengalami penurunan sebesar 16,13 poin atau 2,05 persen, berada di posisi 771,89.
Senior Investment Information dari Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyatakan bahwa aksi profit taking ini mengindikasikan pergeseran dana menuju instrumen investasi yang lebih aman, seperti emas, di tengah ketidakpastian pasar yang tetap tinggi. Nafan menambahkan bahwa Goldman Sachs memprediksi harga emas dapat mencapai 5.000 dolar AS pada tahun 2026, disebabkan oleh ketidakpastian global yang juga diperburuk oleh peningkatan ketegangan dalam perang dagang antara Amerika Serikat dan China.
Pada sesi perdagangan, IHSG dibuka menguat, namun segera menuju zona negatif dan tidak mampu bangkit hingga penutupan. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, hanya sektor properti yang mengalami penguatan sebesar 0,03 persen, sementara sepuluh sektor lainnya mengalami penurunan, dengan sektor transportasi dan logistik mencatatkan penurunan terdalam sebesar 3,93 persen.
Frekuensi transaksi saham mencapai 3.252.828 kali dengan total nilai perdagangan mencapai Rp32,01 triliun, di mana 138 saham mengalami kenaikan, 583 saham turun, dan 84 saham tidak bergerak. Penutupan hari itu juga sejalan dengan kinerja bursa regional Asia, di mana sejumlah indeks seperti Nikkei dan Shanghai juga mengalami pelemahan. Ketidakpastian global masih menjadi faktor utama yang membayangi pasar saham saat ini.