custompaperswriting.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah meningkatkan upaya penanganan darurat bencana di Provinsi Aceh, khususnya di Kabupaten Gayo Lues yang mengalami dampak signifikan. Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan kecepatan respons kementerian dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pasca-bencana.
Dalam keterangannya pada Kamis, Dody mengungkapkan bahwa seluruh Balai Teknis Kementerian PU terus berupaya untuk memastikan kondisi infrastruktur vital, seperti tanggul dan aliran sungai, terjaga seoptimal mungkin. “Kami akan terus memperkuat dukungan alat berat dan personel hingga situasi kembali stabil,” jelasnya.
Fokus penanganan saat ini adalah pada penyediaan air bersih dan sanitasi di lokasi pengungsian. Di Gayo Lues, dua posko utama telah didirikan untuk menampung warga. Posko pertama di Balai Latihan Kerja (BLK) di Gampong Sere menampung 700 jiwa, sementara Posko SDN 10 di Gampong Blang Tenggulun menampung 744 jiwa.
Selain itu, bantuan tambahan dalam bentuk alat dan sumber daya juga terus disalurkan dari berbagai wilayah. Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya mengirimkan berbagai bantuan, termasuk hidran umum dan toilet portable, untuk memenuhi kebutuhan mendesak di daerah terdampak. Dody menambahkan bahwa semua biaya ditanggung oleh pemerintah pusat sesuai dengan komitmen Presiden untuk memulihkan kondisi masyarakat.
Dukungan terhadap daerah lain di Aceh juga menjadi perhatian, dengan fasilitas air bersih dan sanitasi telah disalurkan ke Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, dan beberapa kabupaten lainnya. Kementerian PU terus bekerja sama dengan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk memastikan layanan darurat berjalan efektif dan masyarakat segera pulih dari dampak bencana.