IHSG Mengalami Penurunan, Optimisme “Cut Rate” The Fed Berkurang

[original_title]

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore mengalami pelemahan, turun 54,95 poin atau 0,65 persen, sehingga berada di posisi 8.361,93. Penurunan ini seiring dengan semakin memudarnya optimisme pasar terkait pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed yang dijadwalkan pada Desember 2025.

Hal ini mencerminkan ketidakpastian di kalangan investor. Menurut Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia, investor cenderung mengambil keuntungan dari strategi investasi yang telah menguntungkan sebelumnya, yang meliputi pembelian saham dan penjualan dolar AS. Pasar juga menunjukkan sikap ragu terhadap kemungkinan penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang kini diperkirakan hanya sebesar 45 persen, turun dari 62 persen sebelumnya.

Para pelaku pasar menanti rilis data ekonomi penting terkait pasar tenaga kerja AS, seperti Non-Farm Payrolls (NFP) bulan September 2025, yang dijadwalkan pada 20 November mendatang. Data ini diharapkan memberi gambaran lebih jelas mengenai perkembangan perekonomian, terutama setelah berakhirnya government shutdown di AS.

Di Indonesia, perhatian juga tertuju pada kebijakan Bank Indonesia (BI) mengenai suku bunga acuan, yang diprediksi tetap di level 4,75 persen. Rapat Dewan Gubernur BI akan dilaksanakan pada 18-19 November 2025. Meskipun IHSG sempat dibuka menguat, namun terus bergerak di zona merah hingga penutupan perdagangan.

Sektor properti menjadi satu-satunya sektor yang mencatatkan penguatan, meningkat 2,17 persen, sedangkan sektor energi mengalami penurunan terbesar sebesar 2,27 persen. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.523.376 kali dengan total nilai perdagangan mencapai Rp19,67 triliun, di mana 230 saham mengalami kenaikan, sementara 418 saham mengalami penurunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *