custompaperswriting.com – Anggota Komisi V DPR RI, Hanan A. Rozak, mendorong peningkatan kesejahteraan pengemudi transportasi online melalui kebijakan tarif yang adil dan perlindungan sosial yang memadai. Hal ini disampaikan dalam keterangan di Jakarta pada Rabu, di mana Hanan menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi digital dalam satu dekade terakhir telah menjadikan transportasi online bagian penting dari mobilitas nasional.
Namun, meskipun peran penting tersebut, jutaan pengemudi, baik yang menggunakan roda dua maupun empat, masih menghadapi tantangan besar. Mereka terpaksa menanggung beban sebagai ujung tombak operasional platform transportasi online. “Kesejahteraan mereka masih harus ditangani serius dengan kebijakan yang lebih berkeadilan,” tegas Hanan.
Dia menyoroti bahwa pengelolaan transportasi online di Indonesia masih menyisakan sejumlah masalah, termasuk pengaturan integrasi moda transportasi sebagai layanan umum, standar operasional kendaraan, serta perlindungan sosial dan keamanan pengguna. Selain itu, status para pengemudi yang belum diakui sebagai pekerja formal juga menjadi perhatian utama, sebab hal ini mengakibatkan mereka tidak mendapatkan perlindungan dan jaminan sosial yang memadai.
Hanan menekankan pentingnya merumuskan kebijakan yang komprehensif untuk meningkatkan kesejahteraan sekitar empat juta pengemudi online. Ia berpendapat bahwa regulasi seharusnya membangun kemitraan yang setara antara perusahaan aplikasi dan pengemudi, dengan pembagian keuntungan yang proporsional sesuai risiko dan kontribusi masing-masing pihak.
Isu kesejahteraan pengemudi semakin mencuat belakangan ini, terutama saat Serikat Pengemudi Online Indonesia (SPOI) mengajukan usulan kenaikan tarif dasar per kilometer dalam audiensi di ruang rapat Sekretariat Komisi V DPR RI, Senayan.