custompaperswriting.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia berupaya meningkatkan pengukuran karbon biru pada padang lamun sebagai langkah mitigasi perubahan iklim global. Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, mengungkapkan bahwa pihaknya telah meluncurkan manual pengukuran karbon biru sebagai pedoman teknis yang bertujuan untuk meningkatkan kredibilitas data dan efektivitas konservasi pesisir.
Manual ini diharapkan menjadi rujukan nasional dalam pengukuran cadangan karbon pada ekosistem padang lamun di seluruh Indonesia. Koswara menjelaskan bahwa perlunya data yang terukur dan dipertanggungjawabkan penting agar Indonesia bisa mengambil peran lebih besar dalam perdagangan karbon global. Ini dianggap fondasi penting untuk aksi konservasi berbasis bukti.
Kerusakan padang lamun di berbagai wilayah Indonesia menunjukkan tanda-tanda penurunan yang disebabkan oleh tekanan antropogenik, seperti alih fungsi lahan, pencemaran, penangkapan ikan yang merusak, dan dampak perubahan iklim. Jika ekosistem tersebut terus rusak, tidak hanya akan menghilangkan fungsi ekologisnya, tetapi juga dapat melepaskan karbon sedimen ke atmosfer.
Pemerintah sebelumnya telah menerbitkan berbagai regulasi, salah satunya Perpres No. 110 Tahun 2025, yang menempatkan ekosistem lamun sebagai aset penting dalam skema perdagangan karbon. Manual pengukuran ini disusun dengan melibatkan peneliti dan praktisi konservasi untuk memberikan panduan yang terintegrasi mulai dari survei hingga manajemen data.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan adanya komitmen untuk memperkuat tata kelola sumber daya laut melalui pendekatan berbasis sains, kolaborasi, dan inovasi teknologi demi kesejahteraan masyarakat pesisir dan pencapaian target iklim nasional.