custompaperswriting.com – Kabupaten Sukoharjo di Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk dijadikan lokasi percontohan pertanian nasional, menurut Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono. Dalam kunjungannya ke Desa Joho, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Sudaryono menyatakan bahwa daerah ini dianugerahi tanah subur dan sumber air yang melimpah. Dengan penerapan teknologi yang tepat dan mekanisasi yang tepat, produksi pertanian dapat meningkat secara signifikan.
Sudaryono menambahkan bahwa Sukoharjo telah mencatat surplus produksi beras dalam beberapa tahun terakhir, yang menjadi dasar untuk tantangan baru bagi petani setempat. Ia mendorong petani untuk meningkatkan Indeks Pertanaman hingga mencapai empat kali panen dalam 14 bulan tanpa perlu membuka lahan baru. Para petani menyambut baik kesempatan ini, mengungkapkan komitmen untuk mencapai target tersebut, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dia juga menegaskan bahwa upaya ini tidak hanya akan berdampak baik bagi Sukoharjo tetapi juga bagi Jawa Tengah dan Indonesia secara keseluruhan. Kementerian Pertanian berkomitmen memberikan dukungan penuh dalam bentuk penyediaan benih unggul, alat pertanian modern, teknologi irigasi, serta pendampingan bagi petani dan kelompok tani.
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan menyatakan bahwa panen raya ini adalah refleksi atas kerja keras petani dan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan. Dengan pencapaian surplus beras sebesar 142.553 ton pada tahun 2024, Sukoharjo dipandang sebagai lumbung pangan utama di Jawa Tengah dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. Etik optimis bahwa dengan dukungan pemerintah, produksi pertanian dapat terus meningkat.