custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore mengalami penutupan melemah sedikit sebesar 2,63 poin atau 0,03 persen, yang menempatkannya di posisi 8.271,72. Fenomena ini terjadi akibat aksi profit taking para pelaku pasar menjelang akhir pekan.
Menurut Ratna Lim, Kepala Riset Phintraco Sekuritas, ekspektasi mengenai penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada pekan depan memberikan sentimen positif terhadap pasar. Meskipun ada penurunan, sepanjang minggu IHSG didominasi oleh penguatan yang didorong oleh data ekonomi domestik yang positif dan kebijakan yang mendukung pertumbuhan.
Bank Indonesia melaporkan bahwa kredit perbankan tumbuh sebesar 7,70 persen year on year (yoy) pada September 2025. Selain itu, data uang beredar (money supply M2) menunjukkan peningkatan 8 persen yoy menjadi Rp9.771,3 triliun. Sementara itu, BI tetap mempertahankan suku bunga acuannya di level 4,75 persen dalam rapat pada bulan Oktober.
Pelaku pasar juga mulai memperhatikan laporan keuangan dari perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BEI untuk kuartal III-2025 yang menunjukkan pertumbuhan. Dalam konteks internasional, perhatian tertuju pada pertemuan The Fed yang akan dilaksanakan pada Rabu (29/10), di mana diperkirakan akan terjadi penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4 persen. Pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang dijadwalkan pada Kamis (30/10) juga menjadi sorotan, terutama terkait hubungan dagang antara kedua negara.
Selama perdagangan hari ini, sektor-sektor di IHSG bervariasi. Lima sektor mengalami penguatan, dipimpin oleh sektor properti. Namun, enam sektor lainnya, termasuk sektor teknologi, mencatat penurunan. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.367.563 kali dengan nilai transaksi mencapai Rp22,45 triliun.