custompaperswriting.com – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya perlindungan bagi pekerja dan petani dalam pembahasan kebijakan industri tembakau nasional. Dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu, Wamenaker menegaskan bahwa keberadaan sektor ini harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan negara, bukan hanya untuk kepentingan segelintir pelaku usaha.
Wamenaker yang akrab disapa Ferry itu menyebutkan bahwa industri tembakau memainkan peran penting dalam menampung jutaan tenaga kerja, dari petani hingga buruh pabrik. Oleh karena itu, ia mengingatkan bahwa setiap kebijakan yang berpotensi mengurangi tenaga kerja harus memastikan perlindungan hak-hak pekerja, termasuk pesangon dan jaminan sosial.
Ferry juga mengusulkan agar sebagian dana cukai rokok dialokasikan untuk skema perlindungan sosial bagi pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga kesejahteraan buruh serta mendukung keberlanjutan industri.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi perubahan industri akibat kemajuan teknologi, seperti munculnya rokok elektrik. Wamenaker menekankan bahwa kebijakan yang akan datang harus mampu melindungi pekerja agar tidak tersisih oleh perubahan pasar yang cepat.
Pentingnya sinergi antar kementerian dan lembaga juga disoroti dalam konteks regulasi industri tembakau. Wamenaker menekankan perlunya pertimbangan yang seimbang antara aspek ekonomi, kesehatan, pertanian, dan ketenagakerjaan. Ia berharap pemerintah dapat satu suara dalam menghasilkan kebijakan yang berpihak pada pekerja dan keberlanjutan industri nasional.