IHSG Tutup Turun Karena Pelemahan Bursa Asia

[original_title]

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia mengalami penurunan signifikan pada Senin sore, terpengaruh oleh lemahnya bursa saham di kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 406,88 poin atau 4,88 persen, berada di posisi 7.922,73. Sementara itu, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga mengalami penurunan, turun 27,29 poin atau 3,27 persen ke level 806,24.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyebutkan bahwa faktor utama penurunan ini berasal dari koreksi harga komoditas global yang selama ini mendukung kenaikan IHSG. Pasar saham juga menunggu perkembangan dari pertemuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan MSCI, yang bertujuan mengembalikan kepercayaan investor global dan membahas reformasi transparansi pasar modal di Indonesia.

Di tengah berita negatif ini, sejumlah data ekonomi domestik menunjukkan perkembangan positif. Indeks PMI Manufacturing Indonesia meningkat ke level 52,6 pada Januari 2026, menandakan aktivitas pabrik terus tumbuh. Selain itu, surplus neraca perdagangan pada Desember 2025 mencapai 2,52 miliar dolar AS, didorong oleh pertumbuhan ekspor.

Namun, bursa saham regional Asia juga turut melemah, dengan indeks Nikkei dan Hang Seng masing-masing turun 1,25 persen dan 2,23 persen. Pelemahan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap pemilihan calon Chairman The Fed dan aksi jual besar-besaran pada emas dan perak.

Selama perdagangan, frekuensi transaksi saham tercatat sebanyak 2.949.040 kali, dengan total saham yang diperdagangkan mencapai 50,41 miliar lembar senilai Rp29,17 triliun. Dari keseluruhan saham yang tercatat, mayoritas mengalami penurunan, menambah tekanan pada IHSG.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *