Ekonom Sebut Penguatan IHSG Tergantung pada Imbal Hasil Obligasi

[original_title]

custompaperswriting.com – Imbal hasil obligasi pemerintah di Indonesia menjadi faktor penting dalam penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Rully Arya Wisnubroto, Kepala Riset dan Ekonom PT Mirae Asset Sekuritas, menyatakan bahwa kinerja IHSG akan sangat tergantung pada indikator makro dan dinamika pasar, khususnya terkait nilai tukar rupiah dan yield obligasi pemerintah.

Menurut Rully, jika rupiah memperlihatkan penguatan dan yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun mengalami penurunan dari puncak di atas 7,3 persen, maka akan berpotensi mengurangi premi risiko Indonesia. Hal ini bisa mendorong aliran dana asing kembali masuk ke pasar obligasi dan saham, yang dapat mendukung penguatan IHSG.

Data menunjukkan bahwa selama minggu terakhir, IHSG mengalami kenaikan signifikan dari posisi 5.344,69 pada 9 Juni hingga mencapai 6.118,73 pada 15 Juni. Kenaikan ini sebagian besar dipicu oleh faktor technical rebound, dukungan kebijakan moneter Bank Indonesia, dan penurunan ketegangan geopolitik global. Bank Indonesia baru saja menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen.

Lebih lanjut, Rully mengungkapkan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang akan ditandatangani pada 19 Juni juga berkontribusi dalam menstabilkan nilai tukar rupiah dan yield obligasi. Meskipun ada tanda-tanda perbaikan, investor masih perlu menunggu konfirmasi lebih lanjut untuk memastikan bahwa stabilisasi tersebut dapat bertahan.

Rully menekankan bahwa arus modal asing cenderung selektif, yang mengindikasikan perlunya perhatian terhadap perkembangan sentimen global dan kebijakan ekonomi domestik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *