custompaperswriting.com – Proyeksi produksi beras nasional di Indonesia diperkirakan meningkat signifikan hingga mencapai 4,1 juta ton pada akhir tahun 2025. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam sebuah konferensi pers di Jakarta pada hari Sabtu. Menurutnya, pencapaian ini terjadi tanpa adanya impor beras.
Amran menekankan bahwa target swasembada beras yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan hasil yang konkret. Melalui kebijakan yang mendukung sektor pertanian, diperkirakan produksi padi setara beras pada tahun 2025 akan mencapai 34,77 juta ton, meningkat dari 30 juta ton pada tahun sebelumnya.
Kondisi stok juga dinyatakan sangat ideal, dengan proyeksi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang bisa mencapai lebih dari 3 juta ton hingga akhir tahun. Hal ini mencatat angka tertinggi dalam lima tahun terakhir, mengingat stok sebelumnya tidak pernah melewati angka tersebut. Sebagai perbandingan, stok CBP di tahun 2024 hanya mencapai 1,8 juta ton.
Amran juga mengungkapkan bahwa hingga 7 November, total stok beras pemerintah berada pada angka 3,923 juta ton, terdiri dari CBP dan stok komersial. Dalam tahun ini, Bulog telah melakukan pengadaan beras dalam negeri sebanyak 3,264 juta ton dan menyalurkan CBP melalui berbagai program ke masyarakat.
Pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan beras melalui berbagai operasi pasar, yang dilakukan bersama dengan instansi terkait. Amran optimis bahwa Indonesia tidak akan melakukan impor beras dalam waktu dekat, memastikan ketahanan pangan tetap terjaga.