custompaperswriting.com – Pemerintah Indonesia kini mendorong untuk pemerataan produksi daging ayam dan telur di luar Pulau Jawa. Hal ini bertujuan untuk menekan disparitas harga serta menjaga stabilitas pasokan secara nasional. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengungkapkan informasi ini dalam sarasehan di Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta, yang berlangsung pada Sabtu lalu.
Produksi telur di Indonesia saat ini tercatat mencapai 6,2 juta ton, sementara daging ayam mencapai 3,8 juta ton per tahun. Meski produksi tersebut masih mencukupi kebutuhan nasional, sekitar 63 persen dari total output kedua komoditas ini berasal dari Pulau Jawa yang dikenal sebagai ekosistem peternakan yang lebih berkembang. “Pemerataan produksi menjadi penting untuk memenuhi kebutuhan daerah secara mandiri,” jelas Agung.
Sebagai langkah nyata, Kementerian Pertanian menyiapkan pengembangan klaster produksi ayam petelur dan pedaging di beberapa provinsi, termasuk Aceh, Riau, dan Papua Selatan. Selain itu, pemerintah juga melakukan penguatan hilirisasi industri ayam terintegrasi, yang mencakup pembangan 323 fasilitas industri, mulai dari pembesaran hingga penyimpanan.
Agung menambahkan, saat ini harga daging ayam berada di kisaran Rp38.000 per kg, sedangkan telur sedikit melebihi harga acuan pemerintah, yaitu Rp30.300 per kg. Ia berharap upaya pemerataan ini bisa menekan ketidakstabilan harga komoditas di luar Pulau Jawa.
Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Budi Guntoro, menekankan peran perguruan tinggi dalam menyediakan sumber daya manusia untuk mendukung program pemerintah. Dengan lebih dari 150 program studi peternakan tersebar di berbagai daerah, mereka siap berkontribusi untuk mendukung program ini, terutama di wilayah Indonesia bagian timur.