custompaperswriting.com – Sektor finansial, khususnya perbankan, mencatatkan distribusi dividen sebesar Rp80,3 triliun sepanjang tahun 2025. Menurut PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), kontribusi sektor perbankan ini menjadikannya sebagai penyumbang terbesar di pasar modal Indonesia untuk tahun tersebut.
Dalam konferensi pers yang diadakan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat, menjelaskan bahwa setelah sektor perbankan, industri energi-batu bara menyumbang dividen sebesar Rp27 triliun. Sektor infrastruktur dan layanan telekomunikasi terintegrasi mengikuti dengan kontribusi sebesar Rp20,18 triliun, sementara perusahaan industri dan holding multi sektor menyumbang Rp10,48 triliun. Sektor infrastruktur dan layanan telekomunikasi nirkabel juga mencatatkan distribusi dividen sebesar Rp10,46 triliun.
Samsul menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, total tindakan korporasi yang didistribusikan oleh KSEI mencapai Rp491 triliun. Angka ini mengalami pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp469 triliun, dengan total 7.610 tindakan korporasi yang mencakup distribusi bunga obligasi, bagi hasil, pelunasan pokok, dan pembagian dividen.
Di sisi lain, jumlah investor di pasar modal Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, mencapai 20,2 juta Single Investor Identification (SID) pada akhir 2025. Jumlah ini meningkat 36 persen year on year (yoy) dibandingkan 14,8 juta SID pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini dinilai sebagai hasil dari upaya untuk memperkenalkan manfaat dan fungsi pasar modal kepada masyarakat luas di Indonesia.