custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore mengalami penguatan, ditutup pada posisi 8.406,58 atau naik 0,53 persen. Kenaikan ini dipicu oleh keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen, sesuai dengan ekspektasi pasar.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyatakan bahwa pandangan International Monetary Fund (IMF) memberikan gambaran positif mengenai kinerja ekonomi Indonesia. Bagi pasar, langkah pelonggaran moneter oleh BI dianggap telah berada di jalur yang tepat, memberikan ruang untuk potensi penurunan suku bunga selanjutnya.
Rapat Dewan Gubernur BI pada bulan November 2025 menetapkan suku bunga deposit facility tidak berubah di 3,75 persen, serta lending facility tetap di 5,5 persen. Di tingkat internasional, pasar memandang peluang penurunan suku bunga oleh Federal Reserve AS sebesar 25 basis poin pada Desember 2025, yang kini diperkirakan mencapai 47 persen.
Sentimen dari hubungan diplomatik antara China dan Jepang turut mempengaruhi pasar. Ketegangan yang meningkat dalam masalah diplomatik bisa berdampak pada hubungan ekonomi kedua negara, setelah Direktur Jenderal Departemen Urusan Asia Kementerian Luar Negeri China mengungkapkan ketidakpuasannya atas pertemuannya dengan diplomat Jepang.
Data perdagangan mencatat 2.249.421 transaksi, dengan total 45,14 miliar lembar saham diperdagangkan senilai Rp30 triliun. Sebanyak 335 saham mengalami kenaikan, 285 saham mengalami penurunan, sementara 191 saham tidak bergerak. Sektor energi memimpin penguatan dengan naik 1,49 persen, dan indeks saham di kawasan Asia menunjukkan pergerakan bervariasi, dengan indeks Nikkei mengalami penurunan 0,33 persen.