Pengamat: Kekuatan Danantara di pasar modal masih prematur

[original_title]

custompaperswriting.com – Pengamat ekonomi, Farid Subkhan, menilai bahwa kekhawatiran terhadap potensi dampak Danantara Indonesia di pasar modal sangat cepat dan tidak berdasar. Ia menekankan posisi Danantara sebagai sovereign wealth fund (SWF) yang berperan sebagai pemain pasar, bukan sebagai regulator. “Danantara bukanlah regulator. Sebagai market player, kepemilikan sahamnya bertujuan untuk investasi demi meraih keuntungan,” ungkap Farid di Jakarta.

Farid menjelaskan bahwa Danantara berfungsi sebagai penggerak dan penyeimbang pasar, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor, baik itu sektor riil maupun keuangan. Selain itu, kehadiran Danantara di pasar modal diharapkan dapat meningkatkan daya saing perusahaan negara di kancah global dan memperkuat ekonomi nasional.

Ia menekankan, kegiatan investasi Danantara di Bursa Efek Indonesia adalah langkah yang lazim, mencatat bahwa negara-negara maju juga melakukan hal serupa. Farid mengingatkan agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bertindak sebagai regulator yang memastikan transparansi dan keadilan di pasar, tanpa terpengaruh oleh pemodal besar, termasuk Danantara.

Dalam perkembangan pasar, Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, mengamati bahwa pasar modal telah menunjukkan pergerakan lebih stabil dalam beberapa hari terakhir. Menyusul volatilitas yang ada, pasar kini mulai menemukan keseimbangan. Pandu juga menyatakan bahwa Danantara berinvestasi secara disiplin, sejalan dengan upaya penguatan struktur pasar dan tatakelola yang baik.

Dengan kolaborasi bersama OJK dan pihak terkait, Danantara berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan pasar modal secara berkelanjutan. Hal ini menunjukkan langkah positif untuk menciptakan pasar yang lebih efisien dan transparan, baik untuk investor institusi besar maupun investor ritel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *