custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan signifikan dalam perdagangan sesi I pada hari Senin, tertekan oleh dampak kebijakan Morgan Stanley Capital International (MSCI). IHSG ditutup turun 442,44 poin atau 5,31 persen, berada di level 7.887,16. Selain itu, indeks LQ45, yang mencakup 45 saham unggulan, juga mengalami penurunan sebesar 33,16 poin atau 3,98 persen, menutup sesi di angka 800,37.
Ekonom keuangan dan praktisi pasar modal, Hans Kwee, menjelaskan bahwa penurunan IHSG tidak mempengaruhi saham-saham dengan fundamental yang baik, yang justru menunjukkan penguatan. Ia mencatat bahwa pelemahan lebih terkonsentrasi pada saham-saham yang terkena dampak kebijakan MSCI serta tindakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mempercepat reformasi integritas.
Hans memperkirakan bahwa pelaku pasar ritel tengah melakukan “Market Detox,” dengan penjualan saham untuk mengantisipasi risiko yang mungkin timbul. Ia mengingatkan bahwa pelaku pasar ritel sebaiknya tidak panik dan sebaliknya melakukan akumulasi pada saham yang memiliki fundamental baik.
Pada akhir sesi, tercatat terjadi sebanyak 2.080.849 transaksi dengan volume 35,35 miliar lembar saham, bernilai Rp18,94 triliun. Dari total perdagangan, 65 saham mengalami kenaikan, sementara 715 saham belum berhasil meraih kenaikan, dan 33 saham stagnan. Secara sektoral, sebelas sektor mengalami penurunan, dengan sektor barang baku mengalami pelemahan terburuk sebesar 11,12 persen.
Dengan situasi ini, investor diharapkan tetap waspada dan memilih untuk berinvestasi pada saham yang berfundamental kuat.