custompaperswriting.com – PT Korea Investment Management Indonesia (KIM Indonesia) menargetkan pertumbuhan Asset Under Management (AUM) sebesar 30 persen pada tahun 2026. Perusahaan ini mencatatkan dana kelolaan mencapai Rp9,92 triliun di akhir tahun 2025, meningkat 134 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp4,24 triliun.
Direktur Utama KIM Indonesia, Arfan F. Karniody, menyampaikan di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) bahwa tahun 2025 akan menjadi tahun terobosan bagi industri reksa dana di Tanah Air, sejalan dengan pertumbuhan industri yang mencapai 35,94 persen berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Arfan menjelaskan bahwa meskipun pertumbuhan positif sedang terjadi, industri reksa dana sempat mengalami stagnasi selama bertahun-tahun. Untuk kedepannya, KIM Indonesia optimis akan pertumbuhan yang didominasi oleh reksa dana berbasis fixed income dan non-market, sementara reksa dana saham dan campuran diperkirakan tumbuh lebih rendah.
Perusahaan ini berkomitmen untuk memperkuat posisinya sebagai Manajer Investasi dengan menawarkan berbagai solusi investasi di berbagai kelas aset, termasuk reksa dana pasar uang, ETF, pendapatan tetap, saham, terproteksi, dan campuran. Arfan menegaskan komitmennya untuk mendukung penguatan pasar modal Indonesia melalui solusi investasi yang inovatif dan berorientasi jangka panjang.
Sejak 2019, dana kelolaan KIM Indonesia mengalami lonjakan hingga 1.259 persen, mencerminkan kepercayaan investor terhadap strategi serta kinerja produk mereka. Kepercayaan ini menunjukkan upaya perusahaan dalam penguatan tata kelola dan pelayanan profesional kepada para investor.