BEI Siapkan Rencana untuk Diskusi dengan MSCI

[original_title]

custompaperswriting.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan melanjutkan pembahasan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai metodologi penghitungan free float saham di Indonesia. Direktur Utama BEI, Iman Rachman, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah menyusun formula yang akan diajukan sebelum tenggat waktu Mei 2026.

Iman menjelaskan bahwa pertemuan terakhir dengan pimpinan MSCI yang berlangsung di New York pada pekan lalu membahas pentingnya transparansi dalam penghitungan free float. Meskipun BEI telah menyerahkan rumusan yang dianggap cukup, MSCI menyatakan ketidakpuasan terhadap hasil yang ada. Diskusi antara kedua belah pihak diharapkan dapat berlanjut hingga waktu yang ditentukan.

Diskusi ini dianggap konstruktif, dengan BEI mengungkapkan bahwa kriteria free float di Indonesia jauh lebih ketat dibandingkan dengan negara-negara lain, di mana kepemilikan saham minimal 5 persen tidak dihitung sebagai free float, sementara di negara lain, batas tersebut adalah 10 persen. BEI berkomitmen untuk mendengarkan ekspektasi MSCI lebih lanjut.

Menurut rencana, MSCI akan melakukan sejumlah perubahan terkait review indeks saham di Indonesia pada Februari 2026, termasuk penundaan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan pembekuan penambahan konstituen. Hal ini bertujuan untuk mengurangi turnover indeks dan meningkatkan kelayakan investasi.

Jika perbaikan yang diharapkan tidak dilakukan sebelum Mei 2026, MSCI akan mengevaluasi kembali status akses pasar Indonesia. Tindakan ini sejalan dengan penurunan bobot dalam Indeks Pasar Emergen MSCI untuk sekuritas Indonesia dan potensi reklasifikasi status Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *