IHSG Mengalami Penurunan Tertekan Isu AS-Iran yang Tak Menentu

[original_title]

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore mengalami penurunan, ditutup melemah sebesar 34,13 poin atau 0,48 persen di level 7.072,39. Penurunan ini disebabkan oleh ketidakpastian terkait penyelesaian konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang berimbas pada mayoritas indeks bursa di kawasan Asia.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyatakan bahwa ketidakpastian di Timur Tengah turut memengaruhi pasar. Presiden AS, Donald Trump, saat ini sedang mempertimbangkan tawaran dari Iran mengenai pembukaan Selat Hormuz, dengan syarat AS mencabut blokade dan mengakhiri konflik, meskipun keputusan Trump masih belum diumumkan.

Sementara itu, para pelaku pasar menunggu hasil pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan diadakan pada Rabu, 29 April 2026, serta komentar dari Ketua The Fed, Jerome Powell. Pelaku pasar juga mencermati rilis data ekonomi penting dari AS selama pekan ini, termasuk data izin membangun, pesanan barang tahan lama, dan indeks harga PCE.

Dalam perdagangan hari ini, meskipun IHSG sempat dibuka menguat, pergerakan saham cenderung negatif hingga penutupan sesi pertama. IHSG berhasil bertahan di zona merah pada sesi kedua perdagangan. Tiga sektor mengalami penguatan, dipimpin oleh sektor keuangan yang naik 0,09 persen, sementara delapan sektor lainnya mengalami penurunan, terutama sektor barang konsumen primer yang turun 1,44 persen.

Frekuensi transaksi tercatat mencapai 2.141.950 kali dengan total perdagangan 31,94 miliar lembar saham senilai Rp17,51 triliun. Di bursa regional Asia, indeks juga menunjukkan kecenderungan melemah, mencerminkan dampak dari kondisi global yang bergejolak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *