BEI Siap Rincikan Data Investor Setelah Pembekuan MSCI Rebalancing

[original_title]

custompaperswriting.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana untuk memperinci data investor yang terdaftar di BEI dan di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), menyusul langkah Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berencana membekukan proses rebalancing indeks untuk saham-saham Indonesia. Keputusan ini diambil dalam konteks upaya untuk meningkatkan transparansi dan akurasi data investasi.

Saat ini, KSEI telah membagi data investor menjadi sembilan kategori, termasuk manajer investasi dan perusahaan. Salah satu tujuan utama adalah untuk menambah kategori di bawah sembilan jenis investor tersebut, dengan harapan dapat memberikan detail lebih granular. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, mengungkapkan bahwa adanya diskusi dengan lembaga indeks internasional seperti Financial Times Stock Exchange (FTSE) untuk mendetailkan data pemegang saham.

Dalam konferensi pers di Media Center BEI, Irvan menyatakan harapan agar informasi tersebut dapat dipublikasikan sebelum Mei 2026. Sebelumnya, Direktur Utama BEI, Iman Rachman, mengonfirmasi bahwa diskusi dengan MSCI telah dimulai sejak Desember 2025, meski tidak ada rincian spesifik yang diterima terkait permintaan data tersebut.

Iman menjelaskan bahwa semua langkah tengah diupayakan untuk memenuhi permintaan MSCI tentang data free float emiten tercatat di Indonesia. Namun, informasi yang kurang jelas dari MSCI mengakibatkan data yang disampaikan belum sesuai dengan yang diharapkan. Meskipun berbagai usaha telah dilakukan, masih ada penyesuaian yang perlu dilakukan agar sesuai dengan ketentuan hukum serta metodologi internasional.

Dengan tenggat waktu yang semakin mendekat, BEI berkomitmen untuk mencari praktik terbaik dari negara-negara lain, demi meningkatkan kualitas transparansi pasar Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *