custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan tren positif pada Kamis sore, berhasil menguat setelah mengalami penurunan sebelumnya. IHSG ditutup naik 133,48 poin atau 1,76 persen, berada pada level 7.710,54. Hal ini disebabkan oleh faktor aksi bargain hunting dari para investor, menyusul ketegangan di Timur Tengah yang mendorong penurunan pada Rabu (04/03).
Menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, peningkatan IHSG didorong oleh sentimen positif dari penguatan bursa global dan aksi jual beli saham yang digemari setelah penurunan harga. Selain itu, ia menambahkan bahwa pelaku pasar akan mencermati data cadangan devisa Indonesia untuk bulan Februari 2026, yang diharapkan tak jauh dari tekanan akibat depresiasi nilai tukar Rupiah.
Dari sisi ekonomi Amerika Serikat, sejumlah data penting akan dirilis, termasuk nonfarm payrolls dan tingkat pengangguran untuk bulan Februari, yang diperkirakan menunjukkan penurunan. Data nonfarm payrolls diprediksi melambat menjadi 59.000 dari 130.000 pada Januari, sedangkan tingkat pengangguran diperkirakan stabil di 4,3 persen.
Selama sesi perdagangan, sepuluh sektor menunjukkan kenaikan, terutama sektor barang konsumen non-primer yang melonjak 3,39 persen. Meskipun demikian, sektor transportasi dan logistik mengalami penurunan tipis sebesar 0,01 persen.
Perdagangan saham tercatat mencapai 2.084.435 kali transaksi dengan total nilai Rp17,94 triliun. Sebanyak 597 saham menguat, sedangkan 125 saham melemah. Sementara bursa saham regional Asia juga menunjukkan penguatan, menambah optimisme di pasar.