custompaperswriting.com – Kementerian Pertanian mengimbau masyarakat untuk berbelanja pangan secara bijak menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, guna menjaga stabilitas pasokan dan harga. Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, Moh. Arief Cahyono, dalam sebuah acara di Jakarta pada Minggu.
Dalam konteks meningkatnya permintaan terhadap pangan saat Ramadhan, Kementan menggelar talkshow interaktif bertajuk “Belanja Pangan Tanpa Panik, Belanja Bijak itu Asyik!” di Kota Depok, Jawa Barat. Acara ini dimaksudkan untuk edukasi masyarakat agar tidak panik dalam berbelanja. Arief menjelaskan bahwa upaya ini adalah bagian dari Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk memastikan harga dan pasokan pangan tetap terkendali saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Kementerian mengimplementasikan berbagai program untuk menjaga stabilitas pangan, termasuk pengawasan harga eceran tertinggi, serta penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Arief berharap masyarakat memahami bahwa ketersediaan pangan saat ini cukup dan tidak perlu melakukan panic buying.
Sementara itu, Nita Yulianis, Direktur Kewaspadaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), menyatakan bahwa stok pangan nasional dalam kondisi aman, dan masyarakat diimbau untuk bijak dalam membeli kebutuhan. Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan, Freddy, yang memastikan ketersediaan komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang merah.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa stok pangan nasional hingga Maret 2026 terjamin, termasuk beras sebanyak 3,7 juta ton. Ia menekankan pentingnya menjaga produksi dan distribusi agar kebutuhan masyarakat, terutama menjelang Idul Fitri, dapat terpenuhi dengan baik.