custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore mengalami penurunan signifikan akibat respon negatif pelaku pasar terhadap kabar dari lembaga pemeringkat global Moody’s. IHSG ditutup melemah sebesar 168,62 poin atau 2,08 persen, dan berada di posisi 7.935,25. Selain itu, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan turun 13,77 poin atau 1,66 persen, mencapai angka 815,58.
Penurunan ini dipicu oleh keputusan Moody’s yang menurunkan “outlook” peringkat utang Indonesia menjadi negatif, meskipun peringkat utang saat ini tetap stabil di level Baa2. Ratna Lim, Kepala Riset Phintraco Sekuritas, mengungkapkan bahwa sentimen negatif ini berpengaruh besar terhadap aktivitas pasar. Sementara itu, S&P Global Ratings menyatakan bahwa meskipun ada volatilitas, pandangan mereka terhadap peringkat Indonesia tetap dengan “outlook” stabil, meski ada potensi tekanan penurunan jika situasi fiskal tidak membaik.
Data ekonomi terbaru menunjukkan cadangan devisa Indonesia pada Januari 2026 tercatat sebesar 154,6 miliar dolar Amerika Serikat, menurun dari 156,5 miliar dolar pada bulan sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh pembayaran utang valuta asing pemerintah dan upaya stabilisasi rupiah oleh Bank Indonesia.
Pada penutupan perdagangan, frekuensi transaksi saham tercatat sebanyak 2.248.150 kali dengan total nilai perdagangan mencapai Rp19,70 triliun. Dari 821 saham yang diperdagangkan, 107 saham mengalami kenaikan, sedangkan 646 saham menurun, dan 68 saham tidak berubah. Sektor transportasi dan logistik satu-satunya yang mencatatkan penguatan di tengah penurunan yang dialami oleh sektor lainnya.