NTB Berupaya Mandiri dalam Penyediaan Bibit Ayam dan Pakan

[original_title]

custompaperswriting.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berkomitmen untuk mengakhiri ketergantungan pasokan bibit ayam dan pakan dari luar daerah melalui pengembangan industri unggas terintegrasi di Kabupaten Sumbawa. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa dominasi industri dari luar yang menguasai hulu hingga hilir berdampak negatif terhadap sektor peternakan lokal.

Ketergantungan ini, menurut Iqbal, membuat peternak lokal rentan terhadap fluktuasi harga dan posisi tawar yang lemah. Ia menambahkan bahwa kehadiran industri terintegrasi bertujuan untuk memperkuat ekonomi NTB dan memenuhi kebutuhan pangan, terutama melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang telah menciptakan permintaan tinggi akan pasokan pangan.

Untuk mendukung peternak lokal, pemerintah menyiapkan skema pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga subsidian sebesar 3 persen. NTB, yang merupakan produsen jagung terbesar ketiga di Indonesia, diharapkan dapat memanfaatkan bahan baku lokal sebagai komponen utama pakan unggas. Jagung sendiri berkontribusi sekitar 50 persen dari komposisi pakan.

Iqbal juga menyatakan rencana untuk mendorong riset pakan berbasis protein lokal, seperti kelor dan magot, guna mengurangi ketergantungan akan impor bungkil kedelai. “Kami ingin pakan 100 persen dibuat dari bahan baku NTB,” katanya.

Pembangunan industri ayam terintegrasi ini resmi dimulai pada 6 Februari 2026 dengan peletakan batu pertama di Sumbawa. Inisiatif ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Pertanian, Danantara Indonesia, dan BUMN Pangan, sekaligus berkontribusi pada efisiensi sistem perunggasan serta ketahanan pangan di luar Pulau Jawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *