custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan bergerak mendatar dalam jangka waktu dekat. Hal ini dikemukakan oleh Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, yang menyatakan bahwa IHSG dapat berkonsolidasi pada kisaran 8.000 hingga 8.100, setelah membuka perdagangan dengan penurunan tipis sebesar 0,29 poin atau 0,01 persen di level 8.031,58.
Di dalam negeri, BEI merencanakan pertemuan teknis lanjutan dengan penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 11 Februari 2026. Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari dua pertemuan sebelumnya pada tanggal 2 dan 5 Februari 2026. Langkah ini diambil seiring dengan delapan rencana aksi yang ditargetkan untuk mempercepat reformasi integritas pasar modal Indonesia hingga April 2026.
Sementara itu, Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russell mengumumkan penundaan review terhadap indeks Indonesia yang seharusnya dilakukan pada Maret 2026. Review kuartalan FTSE berikutnya direncanakan untuk bulan Juni 2026 dan hasilnya akan diumumkan pada 22 Mei 2026.
Dari sisi ekonomi, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia menunjukkan peningkatan ke level 127,0 pada Januari 2026, lebih tinggi dibandingkan 123,5 pada bulan sebelumnya. Selain itu, penjualan sepeda motor juga terpantau tumbuh sebesar 3,1 persen year on year, mencapai jumlah 577.763 unit.
Pelaku pasar akan mencermati perkembangan data retail sales bulan Desember 2025, yang diperkirakan akan menunjukkan perlambatan menjadi 5,5 persen dari sebelumnya 6,3 persen di bulan November. Dalam konteks ini, pelaku pasar tetap optimis meskipun ada tantangan yang dihadapi.