FTSE Russell Dukung Perubahan Pasar Modal Indonesia

[original_title]

custompaperswriting.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan bahwa Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russell telah memberikan dukungan terhadap rencana reformasi pasar modal Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, dalam konferensi pers di Jakarta.

Jeffrey menjelaskan bahwa dukungan dari FTSE menunjukkan komitmen mereka terhadap implementasi reformasi yang sudah dirancang oleh BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (SRO). FTSE menyatakan pentingnya agar reformasi tersebut sesuai dengan timeline yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, Jeffrey juga mengungkapkan apresiasi terhadap FTSE yang tidak mengungkapkan kekhawatiran terkait klasifikasi negara, berlawanan dengan beberapa laporan sebelumnya dari MSCI. Pada Selasa pagi waktu Indonesia, FTSE Russell mengumumkan penundaan review indeks Indonesia untuk periode Maret 2026, terkait reformasi yang berfokus pada transparansi dan keandalan data pasar.

Penundaan ini diambil untuk menghindari potensi distorsi indeks akibat ketidakpastian data, serta risiko penurunan likuiditas. FTSE menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat teknis dan tidak mempengaruhi status klasifikasi pasar saham Indonesia.

Sebagai bagian dari reformasi yang sedang dilakukan, OJK dan BEI rencananya akan memperluas keterbukaan data kepemilikan saham, menyempurnakan klasifikasi investor, serta meningkatkan ketentuan minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen. Perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan integritas dan daya saing pasar modal Indonesia.

Sejalan dengan itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) BEI menunjukkan tren positif, menguat 100,87 poin pada sesi perdagangan terakhir menjadi 8.132,75, dengan total frekuensi perdagangan mencapai lebih dari 1,5 juta transaksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *