IHSG Berpotensi Stabil Karena Sentimen Domestik dan Global

[original_title]

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa berpotensi bergerak mendatar, dipengaruhi oleh sentimen baik dari domestik maupun mancanegara. IHSG dibuka menguat 11,85 poin atau 0,17 persen ke posisi 7.001,28, sementara indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan justru mengalami penurunan sebesar 0,41 poin atau 0,06 persen, berada di level 707,35.

Menurut Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, para investor diimbau untuk berpikir rasional dan menetapkan level previous low 6.920 sebagai titik support terdekat yang dinilai masih dapat diandalkan. Namun, Liza merekomendasikan sikap wait and see karena spekulasi di pasar masih cukup tinggi.

Dari sisi domestik, berita positif datang dari status FTSE Russell yang mempertahankan Indonesia sebagai secondary emerging market pada Februari 2026. Status tersebut tidak mengalami downgrade meskipun sebelumnya terdapat kekhawatiran pasar. Penilaian ini menjadi penting, mengingat FTSE Russell sempat menunda review Maret 2026 karena isu transparansi kepemilikan dan free float. Penilaian mendatang pada 7 April 2026 akan berfokus pada evaluasi klasifikasi dan dipastikan membawa dampak sentimen.

Selain itu, pelaku pasar kini menunggu pengumuman hasil review bobot indeks Indonesia oleh MSCI untuk Mei 2026, dengan harapan agar dapat terus berada di kategori emerging market. Di sisi lain, harga avtur di Indonesia mengalami lonjakan hingga 72,45 persen month to month pada April 2026, mencakup semua bandara utama seperti CGK, SUB, dan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *