custompaperswriting.com – Indonesia dan Pakistan tengah meningkatkan kerja sama bilateral dalam konteks pembangunan yang berkeadilan dan inklusif. Pertemuan tersebut dilaksanakan oleh Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti, dengan Ibu Negara Pakistan, Aseefa Bhutto Zardari, di Karachi pada 10 Januari 2026. Pertemuan ini adalah kelanjutan dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Pakistan pada Desember 2025.
Dalam pertemuan ini, Roro Esti menyampaikan pentingnya memperluas kerjasama perdagangan dengan mengupayakan peningkatan status Indonesia-Pakistan Preferential Trade Agreement (IP-PTA) menjadi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) pada 2027. Ia berharap langkah ini dapat memberikan kepastian bagi dunia usaha dan membuka peluang baru dalam perdagangan serta investasi antara kedua negara.
Kedua pemimpin juga membahas bidang pemberdayaan perempuan, ketahanan iklim, serta sosial ekonomi. Roro Esti mengungkapkan ketertarikan untuk mempelajari pengalaman Provinsi Sindh dalam pembangunan rumah tangguh terhadap iklim, yang dapat menjadi model untuk proyek serupa di Indonesia. Aseefa Bhutto, dalam kesempatan itu, menyampaikan dukanya atas bencana alam yang melanda Indonesia, khususnya banjir di Pulau Sumatera.
Lebih lanjut, Roro Esti menyoroti potensi kerja sama ekonomi dalam sektor minyak nabati dan ketahanan pangan. Ia menekankan bahwa kolaborasi tidak hanya difokuskan pada perdagangan, tetapi juga investasi yang saling menguntungkan. Pertemuan ini diakhiri dengan harapan untuk memperkuat hubungan yang sudah ada dan mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan antara kedua negara.