custompaperswriting.com – Koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi baru-baru ini dianggap sebagai momentum perbaikan bagi pasar saham domestik. Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, menyatakan bahwa penurunan ini merupakan “wake-up call” yang berfungsi sebagai peringatan bagi pelaku pasar. Ia menegaskan bahwa fundamental pasar Indonesia tetap baik meski terdapat penurunan signifikan.
IHSG mengalami penurunan pada Rabu, 28 Januari, di mana indeks tersebut dibuka melemah 597,75 poin atau 6,66 persen, mencapai 8.382,48. Penurunan ini dipicu oleh pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai pembekuan sementara proses review dan rebalancing indeks untuk saham-saham di Indonesia. Indeks LQ45, yang mencakup 45 saham unggulan, juga mengalami penurunan serupa.
Pada Kamis, 29 Januari, IHSG kembali dibuka melemah sebesar 357,76 poin atau 4,30 persen, di level 7.962,79. Pandu mengharapkan semua pihak dapat segera menyelesaikan kesepakatan dengan MSCI dalam proses review saham Indonesia, yang seharusnya sudah disikapi lebih cepat.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana untuk meningkatkan batas free float saham perusahaan dari 7,5 persen menjadi 15 persen, yang diharapkan berlaku mulai Februari 2026. Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menekankan pentingnya transparansi dalam penerapan aturan tersebut. Emiten yang tidak memenuhi ketentuan akan dikenakan kebijakan keluar.
Pandu Sjahrir menekankan perlunya komunikasi yang baik dengan MSCI dan menyatakan keyakinan bahwa pasar Indonesia harus terus berkembang agar dapat bersaing secara global.