custompaperswriting.com – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), perusahaan yang dimiliki oleh konglomerat Prajogo Pangestu, menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan energi baru terbarukan (EBT), dengan fokus pada sektor panas bumi dan angin. Dalam paparan publik yang berlangsung di Jakarta, Direktur Utama BREN, Hendra Soetjipto Tan, menyampaikan bahwa potensi energi terbarukan di Indonesia sangat besar, sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kapasitas energi tersebut.
Hendra mengungkapkan bahwa hingga tahun 2034, BREN menargetkan tambahan kapasitas sebesar 5.200 MegaWatt (MW) dari panas bumi dan 7.000 MW dari energi angin. Saat ini, perusahaan telah mengoperasikan sekitar 1.900 MW di sektor geothermal. Meskipun fokus pada area tersebut, Hendra menyatakan bahwa BREN tidak menutup kemungkinan untuk memperluas portofolionya ke sektor energi terbarukan lain yang menawarkan potensi pengembangan yang baik.
Dalam kesempatan yang sama, CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa lebih dari 200 investor domestik dan internasional tertarik untuk berinvestasi dalam proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Proyek ini, yang akan dibangun di 33 kota di Indonesia, diperkirakan membutuhkan investasi mencapai Rp91 triliun, dengan tahap awal di 10 kota, termasuk Jakarta dan Surabaya.
Pembangunan PSEL yang mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari ini ditargetkan untuk dimulai pada Maret 2026. Dengan latar belakang tersebut, BREN dan proyek PSEL diharapkan dapat berkontribusi signifikan terhadap pengembangan sektor energi terbarukan dan penanganan sampah di Indonesia.