BPK Dukung Percepat Pembangunan Jalur Lintas Selatan Pansela

[original_title]

custompaperswriting.com – Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) mempercepat pembangunan jalur lintas selatan (JLS) yang menghubungkan Banyuwangi dan Jember, Jawa Timur. Proyek ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) yang telah tertunda cukup lama.

Anggota VII BPK RI, Slamet Edy Purnomo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan berbagai instansi, termasuk Perhutani, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, serta PT Jasa Marga, untuk mendiskusikan akselerasi pembangunan jalur tersebut. Pertemuan diadakan di Pendopo Banyuwangi, pada hari Sabtu lalu, agar proyek ini dapat segera dilanjutkan.

Edy menjelaskan bahwa JLS merupakan investasi yang mendukung perkembangan ekonomi dan mempermudah distribusi barang di kawasan selatan. “Banyuwangi mempunyai potensi ekonomi yang besar, seperti di sektor kelautan, pertanian, dan pariwisata yang membutuhkan infrastruktur yang memadai,” tambahnya.

Jalur lintas selatan di Banyuwangi memiliki panjang total 100 km, menghubungkan batas Jember hingga Jalan Nasional Pelabuhan Ketapang. Saat ini, masih tersisa 14,1 km jalan yang belum dibangun. Jalur yang belum terintegrasi ini akan melewati kawasan hutan dari Kesatuan Pengelolaan Hutan Banyuwangi Selatan sepanjang 6,27 km dan kawasan perkebunan milik PT Perkebunan Nusantara I sejauh 7,83 km.

Oleh karena itu, BPK RI berharap proyek ini dapat segera direalisisasi agar pembangunan nasional berjalan dengan optimal. Pembangunan JLS diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan konektivitas antar wilayah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *