custompaperswriting.com – Kawasan Rammang-Rammang di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, telah mengalami transformasi signifikan setelah dikembangkan menjadi destinasi wisata. Fardi, seorang penduduk setempat berusia 40 tahun, kini menjalani rutinitas baru sebagai pengantar wisatawan menggunakan perahu motor. Ia berbagi bahwa saat sebelumnya tidak ada akses air bersih dan listrik, kini setiap rumah memiliki perahu, bahkan sampai tiga unit.
Fardi melakukan pekerjaan ini sejak tahun 2020, dan di sela-sela aktivitasnya sebagai petani padi dan nelayan, ia berangkat setiap pagi menuju dermaga untuk menunggu kedatangan wisatawan. Dalam sehari, ia bisa menghasilkan sekitar Rp60 ribu setelah menutupi biaya bensin dan iuran dermaga. Musim kunjungan wisatawan, terutama dari bulan Oktober hingga akhir tahun, menjadi periode yang paling ditunggu-tunggu oleh Fardi.
Anas, seorang warga berusia 29 tahun yang juga merasakan dampak positif dari perkembangan pariwisata ini, memilih untuk kembali ke kampung setelah merantau ke Kalimantan. Ia kini bekerja sambil menarik perahu wisata dan juga mengelola tambak ikan. Anas mengungkapkan bahwa pekerjaan ini tidak hanya memberikan tambahan penghasilan, tetapi juga membantu dia dan keluarganya untuk tinggal di kampung halaman.
Perubahan di kawasan ini terlihat jelas, di mana sebelumnya tempat ini hanya dilalui perahu dayung untuk kebutuhan sehari-hari, kini dermaga dipadati perahu-perahu kecil yang melayani wisatawan. Fenomena ini menunjukkan bagaimana pariwisata dapat menghidupkan perekonomian lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.