custompaperswriting.com – BMW China telah mengumumkan penyesuaian harga ritel untuk lebih dari 30 model mobilnya mulai 1 Januari 2026. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap persaingan yang ketat di pasar kendaraan China. Sesuai laporan dari CarNewsChina, perubahan harga tersebut mencakup berbagai model, baik yang premium maupun kelas bawah, dengan sebagian besar mengalami penurunan lebih dari 10 persen.
Salah satu penurunan harga paling signifikan terjadi pada sedan listrik premium i7 M70L, yang harganya turun 301.000 yuan atau sekitar Rp718,8 juta, dari 1,899 juta yuan (sekitar Rp4,5 miliar) menjadi 1,598 juta yuan (sekitar Rp3,8 miliar). Selain itu, SUV listrik BMW iX1 eDrive25L juga mencatatkan penurunan harga hingga 24 persen, dari 299.900 yuan (sekitar Rp716,2 juta) menjadi 228.000 yuan (sekitar Rp544,5 juta).
Di segmen sedan eksekutif, model 735Li kini dijual mulai 808.000 yuan (sekitar Rp1,9 miliar), turun dari 919.000 yuan (sekitar Rp2,19 miliar), sementara 740Li Advanced dipangkas dari 1,069 juta yuan (sekitar Rp2,5 miliar) menjadi 938.000 yuan (sekitar Rp2,2 miliar). Dengan penyesuaian ini, jumlah model BMW yang dijual di bawah 300.000 yuan bertambah menjadi sepuluh, termasuk model terendah yaitu 225L M Sport yang dimulai dari harga 208.000 yuan.
BMW menjelaskan bahwa penyesuaian ini merupakan bagian dari strategi “In China, For China,” bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan daya saing. Persaingan ketat dengan produsen lokal mendorong merek-merek premium seperti Mercedes-Benz dan Audi juga menurunkan harga jual mereka. Penyesuaian harga ini diharapkan dapat lebih menurunkan harga jual aktual kendaraan di pasar.