custompaperswriting.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berkomitmen untuk meningkatkan kualitas transaksi di pasar modal Indonesia melalui serangkaian inisiatif inovatif. Salah satu langkah yang diambil adalah penerapan fitur Market Order. Fitur ini dirancang untuk memberikan peluang eksekusi yang lebih tinggi bagi investor, tanpa perlu menentukan harga jual atau beli, sehingga mempercepat dan menyederhanakan proses perdagangan.
Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan bahwa pada tahun 2024, pemanfaatan fitur Market Order mengalami peningkatan signifikan sebesar 98,5 persen. Angka ini mencerminkan ketertarikan investor terhadap fitur yang memungkinkan eksekusi order yang lebih optimal. Saat ini, terdapat dua jenis order di BEI: Market Order dan Limit Order. Market Order dieksekusi langsung pada harga terbaik yang tersedia, sementara Limit Order membutuhkan penetapan harga dan waktu oleh investor yang dapat memperlambat proses.
Keunggulan utama dari fitur Market Order adalah kecepatannya, yang memungkinkan investor untuk melakukan transaksi pada saham-saham volatile, termasuk yang baru terdaftar. Investor dapat memanfaatkan momentum pergerakan harga saham dengan lebih efektif. Jeffrey menambahkan bahwa dengan prioritas yang lebih tinggi, Market Order menghilangkan kebutuhan untuk menentukan harga, sehingga meningkatkan efisiensi proses perdagangan.
Data BEI menunjukkan bahwa rata-rata utilisasi fitur ini mencapai 4,23 persen dari total order yang berhasil dipadukan, dengan nilai transaksi rata-rata pada Agustus 2025 melebihi Rp1 triliun per hari. Penyesuaian yang dilakukan oleh BEI ini bertujuan untuk memberikan pengalaman bertransaksi yang lebih cepat dan responsif dalam dinamika pasar yang terus berubah.