custompaperswriting.com – Stok beras dan minyak goreng di Sumatera Utara dinyatakan aman meskipun beberapa wilayah mengalami dampak bencana. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan, pihaknya mengoperasikan sekitar 19 gudang strategis di daerah tersebut dengan ketersediaan stok yang mencukupi.
Dalam konferensi pers yang berlangsung di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Rizal menjelaskan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi wilayah terdampak bencana, di mana beberapa daerah masuk dalam kategori merah, menunjukkan kondisi yang lebih parah. Ia menekankan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan pangan, dengan cadangan beras mencapai 17.904 ton di Sumatera Utara.
Selain itu, Bulog juga memastikan ada sekitar 284.588 kiloliter minyak goreng yang tersedia untuk masyarakat. Untuk membantu korban bencana, Bulog telah mengirimkan sebanyak 5.098 ton beras dan 57 ton bantuan tambahan dari pemerintah daerah. Total penyaluran bantuan pangan beras mencapai 15.211 ton, serta 3.042 ton minyak goreng.
Proses distribusi bantuan berjalan lancar, terutama dibandingkan dengan distribusi di Aceh, di mana dampak bencana lebih berat. Rizal menambahkan bahwa keberhasilan ini didukung oleh kerjasama instansi pemerintah lainnya, termasuk TNI dan Polri yang membantu dalam pengiriman logistik melalui berbagai jalur.
Menanggapi situasi, Rizal menyatakan siap menyiapkan stok beras hingga tiga kali lipat untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi selama pemulihan pasca-bencana, yang mencakup banjir dan tanah longsor di wilayah tersebut.