Wamen UMKM Soroti Pentingnya Diplomasi Dagang Terkait Impor

[original_title]

custompaperswriting.com – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) Helvi Yuni Moraza menegaskan bahwa diplomasi perdagangan adalah faktor utama dalam penentuan kebijakan pembatasan impor produk. Hal tersebut disampaikan setelah pertemuan Kementerian UMKM dengan Komisi VII DPR RI yang membahas rencana pembatasan impor terhadap sepuluh komoditas, termasuk yang berasal dari China.

Menurut Helvi, pembatasan impor tidak bisa dilakukan sembarangan. Kebijakan ini perlu mempertimbangkan dampak yang mungkin timbul dari negara mitra dagang. “Jika kita menetapkan batasan tanpa pertimbangan yang matang, negara lain bisa saja memberikan balasan dengan tarif terhadap produk kita,” ujarnya saat konferensi di Jakarta International Convention Center (JICC).

Ia menekankan bahwa perlindungan produk dalam negeri adalah hak setiap negara, tetapi perlu dilakukan dengan pendekatan diplomasi perdagangan yang seimbang. Seraya menegaskan bahwa setiap negara harus saling menghargai produk yang diperdagangkan, Helvi menyatakan bahwa Presiden telah memberi mandat kepada Kementerian UMKM untuk memperjuangkan produk UMKM agar mampu bersaing di pasar domestik maupun global.

Kebijakan mengenai pembatasan impor juga harus melibatkan kementerian lain, seperti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan, untuk menghindari reaksi negatif dari mitra dagang. Helvi mencatat bahwa rencananya akan mencakup semua barang impor yang sudah dapat diproduksi di dalam negeri.

Hingga saat ini, rencana pembatasan impor tersebut masih dalam tahap pembahasan lintas kementerian. Sebelumnya, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyebut produk impor asal China sebagai ancaman bagi keberlangsungan usaha kecil dan menengah di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *