custompaperswriting.com – PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) melalui anak usahanya, PT Sukses Karya Mandiri (PT SKM), melakukan pemberdayaan petani sawit dengan skema kemitraan plasma satu atap. Program ini dilaksanakan melalui Koperasi Plasma Jati Sejahtera yang terletak di Desa Laman Baru, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah. Koperasi ini mengelola sekitar 130 petani plasma yang memiliki total lahan perkebunan seluas 282,43 hektare, yang ditanam pada tahun 2017 dan 2018.
Estate Manager PT SKM, Syahrial Purba, menjelaskan bahwa skema koperasi ini memungkinkan perusahaan mengelola kebun hingga masa panen dengan petani hanya menyediakan lahan. Perusahaan bertanggung jawab dalam membangun kebun, menyediakan bibit, melakukan perawatan, serta pemasaran hasil panen.
Manfaat dari skema ini dirasakan langsung oleh petani. Salah satunya adalah Indra Ayu, anggota Koperasi Plasma Jati Sejahtera, yang merasa terbantu sejak awal hingga proses panen. Ia mengungkapkan bahwa petani di luar skema ini sering mengalami kendala dalam mencapai hasil yang optimal. Indra merasa bersyukur karena kebunnya dikelola oleh mitra terpercaya, sehingga produktivitas sawit tetap terjaga. Ia mengaku mendapatkan sisa hasil usaha (SHU) sekitar Rp2 juta per bulan dari dua hektare lahannya.
Koperasi Plasma Jati Sejahtera menunjukkan tren positif dalam produktivitas pertanian selama empat tahun terakhir. Data menunjukkan bahwa yield per hectare (YPH) meningkat dari 14,26 ton pada 2022 menjadi 21,37 ton pada 2025. Produksi total juga mengalami kenaikan signifikan, dari 3.479,36 ton pada 2022 menjadi 6.122,72 ton pada tahun ini. Dalam hal keuangan, koperasi mencatatkan SHU tertinggi antara Januari dan Februari 2025 sebesar Rp7.503.057,69, dengan jumlah yang bervariasi hingga bulan Oktober.