custompaperswriting.com – Analis ekonomi politik pasar modal, Kusfiardi, mendorong reformasi pasar modal untuk memastikan kedaulatan struktural Indonesia, serta mengajukan tiga rekomendasi kebijakan penting. Dalam keterangannya di Jakarta, Kusfiardi menekankan bahwa reformasi ini tidak hanya bertujuan memenuhi standar global, tetapi juga melindungi kepentingan nasional.
Rekomendasi pertama adalah penguatan instrumen makroprudensial untuk mengatasi arus modal jangka pendek yang bersifat spekulatif, termasuk penerapan pajak progresif terhadap “hot money”. Kedua, ia menyarankan agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) diaudit oleh lembaga independen tanpa konflik kepentingan, guna meningkatkan akuntabilitas dan kredibilitas sektor keuangan. Rekomendasi ketiga adalah penguatan dana stabilisasi pasar yang dikelola secara transparan, untuk melindungi investor domestik dari volatilitas pasar yang ekstrem.
Kusfiardi juga mengingatkan bahwa ketidakpastian di OJK dan BEI bisa menambah keresahan di pasar. Ia menekankan bahwa reformasi regulasi harus menyentuh akar masalah untuk menciptakan struktur pasar yang lebih stabil. Meskipun jumlah investor ritel meningkat, yang kini mencapai lebih dari 21 juta dan menyumbang lebih dari 50 persen transaksi, perlindungan struktural masih perlu diperkuat.
Lebih jauh, ia mencatat bahwa tingginya volatilitas sering kali menguntungkan investor institusi global, sementara investor domestik menghadapi risiko yang tidak seimbang. Terakhir, mengenai rencana penerapan daftar konsentrasi pemegang saham, Kusfiardi melihat dampak signifikan dari lembaga pemeringkat indeks global yang dapat memengaruhi arus modal di Indonesia. Reformasi yang tepat diperlukan untuk menjaga kedaulatan pasar dan melindungi kepentingan nasional.