custompaperswriting.com – Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan pasokan energi untuk mendukung operasional bantuan bencana akibat cuaca ekstrem di Sumatera. Hal ini disampaikan oleh Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, dalam pernyataan resmi di Jakarta pada hari Sabtu.
Dalam upaya mengakselerasi penanganan bencana, Pertamina menyalurkan 6.000 liter avtur untuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Avtur ini digunakan untuk mendukung operasional pesawat dalam misi kemanusiaan, termasuk pengiriman logistik dan pemantauan udara di wilayah terdampak. Roberth menyatakan, pengiriman avtur dilakukan dari Bandara Polonia Medan menggunakan pesawat Hercules TNI AU menuju Sibolga dan sekitarnya, mengingat akses darat yang terputus.
Selain itu, Pertamina juga memberikan dukungan energi tambahan yang mencakup 5.100 liter Dexlite untuk BNPB dan 5.000 liter Dexlite untuk Pemerintah Daerah Tapanuli Utara. Juga ada 1.000 liter Pertamax untuk mendukung kendaraan operasional Lanud Soewondo Medan. Roberth menekankan pentingnya energi dalam situasi darurat untuk mempercepat proses penanganan di lapangan.
Pihak perusahaan memastikan distribusi BBM dan LPG untuk masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berjalan lancar. Pemantauan suplai dilakukan secara harian melalui penguatan pola Regular Alternative Emergency (RAE) untuk memastikan stok di SPBU dan lembaga penyalur mencukupi.
Meski sebelumnya ada tantangan akibat gelombang tinggi di kawasan SPM Belawan, saat ini operasional bongkar muat kapal telah normal kembali. Pertamina Patra Niaga berkomitmen melanjutkan dukungan energi sejalan dengan perkembangan kondisi di lapangan, sudah sejak 13 November 2025, dengan mengaktifkan Satgas Nataru untuk pengamanan suplai energi secara nasional.