Pefindo Optimis Permintaan Obligasi Akan Tetap Tinggi Meski Volatilitas Rupiah

[original_title]

custompaperswriting.com – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengungkapkan keyakinan bahwa tren penerbitan surat utang korporasi di Indonesia akan tetap positif pada tahun 2026, meskipun adanya volatilitas nilai tukar Rupiah. Keyakinan ini muncul seiring dengan tingginya kebutuhan pembiayaan perusahaan-perusahaan menjelang jatuh tempo obligasi yang semakin mendekat.

Direktur Utama Pefindo, Irmawati, menyatakan bahwa di tengah kenaikan dollar AS, kebutuhan financing dari emiten tetap menjadi faktor utama. Menurutnya, terdapat lebih banyak dana dari investor yang harus diinvestasikan kembali, terutama saat obligasi jatuh tempo. Hal ini menciptakan peluang bagi emiten untuk menerbitkan surat utang.

Irmawati juga menjelaskan bahwa suku bunga dalam negeri yang cenderung rendah memberikan daya tarik tersendiri bagi instrumen obligasi. “Perbedaan antara suku bunga pinjaman dan kupon yang dibayarkan masih cukup signifikan,” ujarnya. Oleh karena itu, bagi perusahaan, penerbitan obligasi masih merupakan pilihan yang menarik, sementara bagi investor, kupon obligasi menawarkan risiko yang lebih rendah dibandingkan saham.

Pefindo memproyeksikan total penerbitan surat utang korporasi pada tahun 2026 berada di kisaran Rp154 triliun hingga Rp196,86 triliun, di mana proyeksi tengahnya adalah Rp175,77 triliun. Selain itu, surat utang yang akan jatuh tempo diprediksi mencapai Rp162,7 triliun pada tahun yang sama.

Dalam menghadapi pilihan antara penerbitan obligasi dan pinjaman perbankan, Irmawati menilai bahwa perusahaan dapat memilih sesuai dengan strategi masing-masing. Melihat adanya sinergi antara obligasi dan kredit, Pefindo optimis pertumbuhan penerbitan obligasi akan sejalan dengan pertumbuhan kredit perusahaan di tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *