IHSG Mengalami Penurunan Akibat Aksi Ambil Untung di Sesi Akhir

[original_title]

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore mengalami penurunan di tengah aksi ambil untung pelaku pasar. IHSG ditutup melemah 18,15 poin atau 0,20 persen ke posisi 8.992,17. Di sisi lain, indeks LQ45, yang terdiri dari 45 saham unggulan, justru mencatatkan penguatan sebesar 3,69 poin atau 0,42 persen menjadi 875,10.

Penutupan IHSG yang melemah ini terjadi meskipun mayoritas bursa Asia menunjukkan penguatan, setelah meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Eropa. Hal ini dipicu oleh pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang menyatakan tidak akan memberlakukan tarif baru terhadap Eropa dan mengindikasikan komitmennya untuk tidak menggunakan kekerasan terkait Greenland. Kesepakatan ini mendapat respons positif dari Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, yang membuka peluang untuk pembicaraan lebih lanjut mengenai isu pertahanan.

Di dalam negeri, keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan tingkat suku bunga di angka 4,75 persen serta komitmennya untuk melakukan intervensi terhadap nilai Rupiah turut berkontribusi pada penguatan mata uang tersebut. Para pelaku pasar kini menantikan rilis data terkait uang beredar dalam arti luas (M2 Money Supply) pada Jumat mendatang.

IHSG sebelumnya membuka perdagangan dengan menguat dan berada di teritori positif hingga sesi pertama. Namun, memasuki sesi kedua, IHSG mengalami pergeseran ke zona merah dan ditutup lebih rendah. Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, empat sektor mengalami penguatan, di mana sektor barang konsumen primer mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,54 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor properti masing-masing naik 1,44 persen dan 1,00 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *